Pemerintah Thailand Rangkul Muslim Selatan

Setelah pertikaian bersenjata antara pemerintah Thailand dengan Kelompok Perlawanan Muslim Thailand Selatan, dikenal sebagai Barisan Revolusi Nasional (BRN) sejak tahun 2004 yang lalu, dan telah menewaskan lebih dari 5000 orang, akhirnya kedua belah pihak menandatangani kesepakatan dialog di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 28 Februari 2013.

Internasional Crisis Group, sebuah Lembaga Pemikiran yang berpusat di Brussels, Belgia, memakai Hasan Thaib sebagai penghubung BRN di Malaysia.

Sekjen Dewan Keamanan Nasional, Paradorn Pattanatabutr mengatakan penandatanganan dokumen ini  adalah salah satu cara lain bagi pemerintah Thailand untuk mengatasi pertikaian selama ini. Meskipun tidak ada jaminan bahwa persoalan yang memanas di Thailand Selatan akan berubah menjadi damai, paling tidak keadaan diharapkan akan menjadi lebih baik. Hari ini paling tidak ada 9000 orang yang aktif melakukan perlawanan di sana.

BRN, dulunya adalah Front Revolusi Malaya Patani yang dibentuk pada tahun 1960 dengan tujuan otonomi luas bagi wilayah mereka di Selatan Thailand, yang mayoritas penduduknya suku Melayu, dan beragama Islam.

Setelah penanda tangan ini semua pihak berharap agar Perdana Menteri Ying Luck Sinawatra mau berdialog dengan kelompok perlawanan, untuk mencari solusi damai yang adil dan memunculkan stabilitas.

Pergolakan yang terjadi di Thailand Selatan selama ini sangat mengganggu situasi keamanan, politik, ekonomi, bahkan kehidupan beragama. Banyak sudah korban yang tewas dari kedua belah pihak, baik Muslim maupun Buddha. Semoga dengan ditanda tanganinya dialog tersebut keadaan berubah menjadi lebih baik.

Wallahu A’lam