Muhammadiyah Pindahkan Dana ke Bank Syari’ah

Pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2013, Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi akan menarik seluruh dana amal usaha Muhammadiyah sebanyak 15 trilyun rupiah dari Bank-bank  Konvensional yang selama ini mengelola uang Muhammadiyah. Hal ini dikemukakan di Denpasar Bali, oleh Dr Bambang Sudibyo, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi.

Ada 7 Bank yang ditunjuk untuk mengambil alih dana tersebut, antara lain : Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BTN Syariah, BRI Syariah, BNI Syariah, Bukopin Syariah, dan Danamon Syariah. Menurut Bambang Sudibyo, Muhammadiyah tidak merasa diuntungkan selama ini, karena dana yang diletakkan di Bank Konvensional hanya mendapat bunga sebesar 6% setahun, sedangkan jika Lembaga-lembaga yang bernaung di Muhammadiyah melakukan pinjaman dikenai bunga 18% setahun.

Zihin

Sebagai masayarakat Indonesia kita sangat prihatin dengan kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengelola keuangan Negara, terutama dalam mengatur margin perbankan. Bayangkan jika kita menyimpan uang di Bank hanya mendapatkan bunga 6 % setahun, sementara Bank mengambil keuntungan sampai 200%. Margin sampai 10% dalam setahun benar-benar tidak masuk akal, dan sangat memeras dan menghimpit kehidupan rakyat. Bahkan untuk rakyat miskin saja perbankan masih mengenakan margin yang sangat besar. Ambil contoh KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang diperuntukkan bagi rakyat miskin saja masih dikenai unga sebesar 12% setahun. Tidak ada Negara maju manapun di dunia yang melakukan hal seperti ini.

Sudah saatnya pemerintah mengeluarkan peraturan untuk mengatur margin pada bunga perbankan di Indonesia. Kalau Negara ini mau maju dan memiliki perekonomian yang kuat. Jika tetap bersikap membatu dan tidak mau tahu, tunggulah kiamatnya perekonomian rakyat. Dan, timbulnya jurang kemiskinan yang menganga lebar antara si miskin dan pemilik modal besar. Kami khawatir pada gilirannya akan membuat hancurnya perekonomian dan kehidupan bangsa. Negar-negara Eropah saat ini sudah merasakan pahitnya rente perbankan itu.

Bagi kita umat Islam, sudah masanya meninggalkan semua aktivitas riba dalam kehidupan ini. Beralihlah segera ke Bank Syariah agar selamat dari dosa dan beroleh barokah yang berlimpah. Janganlah ada lagi di kalangan umat yang mengatakan bahwa Bank Konvensional serupa saja dengan Bank Syariah. Ini adalah sebuah pernyataan keliru yang perlu diluruskan karena sangat merugikan Islam.

Wallahu A’lam