Sri Langka Stop Kirim Pembantu Ke Saudi

Pemerintah Sri Langka akan menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga wanita (TKW) ke Kerajaan Saudi Arabia. Kebijakan ini diambil setelah seorang pembantu rumah tangga wanita mereka yang bernama Nafeek dihukum mati oleh pemerintah Saudi Arabia. Menurut Kementrian Dalam Negeri Saudi Arabia, Nafeek telah membunuh anak majikannya yang berusia empat bulan. Bayi tersebut dikatakan telah dicekik oleh Nafeek karena tidak tahan dengan tangisan sang bayi yang terus menerus.

Kelompok Hak Asasi Manusia mengkritik proses penanganan hukum terhadap kasus Nafeek ini. Dalam keterangannya Amnesti Internasional mengatakan bahwa, kelihatannya Nafeek tidak memperoleh akses pengacara pada saat interograsi sebelum persidangan dimulai. Dan juga saat persidangan digelar tahun 2007 yang lalu. Sekjen PBB, Ban Ki Moon turut menyayangkan pemerintah Saudi Arabia yang membatasi akses Nafeek untuk mendapatkan bantuan hukum yang memadai.

Rambukwella, juru bicara pemerintah Sri Langka dalam keterangannya yang dikutip oleh Al Jazirah pada hari jumat 25 Januari 2013 yang lalu mengatakan: “kita tidak bisa menghentikan pengiriman pembantu rumah tangga dalam satu malam. Penghentian pengiriman TKW membutuhkan waktu. Pembatasan usia pembantu yang dikirim minimal 25 tahun adalah salah satu proses bertahap untuk upaya penghentian pengiriman tersebut”. Sebelumnya, Sri Langka telah menarik duta besarnya dari Saudi Arabia sebagai protes atas pemancungan Rizana Nafeek pada tanggal 9 Januari 2013 yang lalu.

Saat ini ada 2 juta pembantu rumah tangga asal Sri Langka yang bekerja di Saudi Arabia.

Bagaimana dengan Indonesia? Akankah pemerintah Republik Indonesia menghentikan pengiriman TKW ke luar negeri? Beberapa orang TKW telah diperkosa dan beberapa orang telah pula dihukum mati. Namun, tidak satupun tindakan yang berarti telah dilakukan pemerintah atas hal tersebut. Penarikan Duta Besar tidak pernah dilakukan, apalagi penghentian pengiriman TKW, nampaknya masih jauh dari harapan.

Wallahu a’lam bishshowab.